HATI YANG RELA MENGAMPUNI

Siang itu saya mendengarkan cerita seorang ibu(ibu teman saya) dimana saat itu kami sedang makan siang. Ia berkata bahwa ia sakit hati kecewa dengan perlakuan keluarga besarnya. Sehingga ia berkata bahwa ia bisa saja berbuat lebih jahat dari apa yang telah di perbuat keluarga besarnya itu.
Saya pun pernah mengalami kejadian yang sama dan boleh di kata kejadian tersebut masih berlangsung sampai dengan hari ini. Papa,saya dan adik-adik di kecewakan bahkan harga diri kami di injak-injak oleh orang-orang yang selama ini paling dekat dan paling kami percaya. Kejadiannya bermula setelah mama saya pergi untuk selama-lamanya. Orang-orang di sekitar kami mulai menunjukkan sifat aslinya. Dari yang baik menjadi jahat,yang jahat menjadi baik dan yang sangat jahat menjadi tambah jahat. Yang lebih menyakitkan adalah ketika orang yang berubah secara drastis itu adalah orang terdekat,keluarga terdekat,lebih melekat dari pada Lem. Sampai-sampai keluarga besar papa saya pun merasakan sakit hati yang luar biasa atas perlakuan mereka. Harga diri kami hilang dalam sekejap hanya karena masalah yang menurut saya tidak perlu dibesar ­ besarkan. kami dibuat seolah – olah kami orang yang rakus harta.
Sampai dengan saat ini saya masih bertanya – tanya. Apa yang membuat orang-orang tersebut memperlakukan kami seperti ini? Kesalahan besar apa yang sudah kami lakukan sehingga kebencian itu tiba –tiba merasuk pikiran mereka? Apa selama bertahun – tahun mereka hidup seatap dengan papa dan mama dulu mereka sering di sakiti dan mulai membalaskan dendamnya ketika papa,saya dan adik – adik kehilangan sosok yang paling kami cintai ? Mungkin mereka terlalu sering nonton sinetron di TV yang selalu mencari kelemahan orang lain dan menjatuhkannya saat itu juga. Akibat kejadian ini, perasaan yang seharusnya tidak boleh hinggap di hati saya akhirnya muncul juga. “ DENDAM “
Saya dendam dengan orang-orang yang sudah menyakiti keluarga saya. Menyakiti hati papa dan adik-adik. Terbesik dalam pikiran saya saat itu untuk membalas semua rasa sakit hati dan tangisan yang mengalir di wajah papa. Yaa..untuk kedua kalinya papa menangis karena sakit hati yang sudah tidak bisa tertampung lebih banyak lagi. Saya dan adik-adik hanya bisa ikut menangis dan tidak tau harus bagaimana saat itu hingga akhirnya pembalasan dendam itu muncul dalam pikiran saya. Saya merasa balas dendam adalah satu – satunya cara untuk mengakhiri kejahatan yang sudah dilakukan oleh mereka. Sampai pada akhirnya saya di kejutkan dengan sebuah kata “ MENGAMPUN I”. Tapi mengapa harus mengampuni? Nanti kita dicap orang kalah,lemah. Sebenarnya apa  arti mengampuni? Saya mulai merenung dan mencari jawaban atas semua pertanyaan yang ada di benak saya. Dan saya menemukannya. Mengampuni berarti menjaga mata tetap terbuka – bersikap jujur dan bergerak maju. Mengampuni tidak berarti menutup mata akan masalah yang pernah timbul tapi melihat dengan benar akar masalah yang menimbulkan masalah dalam hati kita. Ya.. “ akar masalah “. Akar masalah dalam hati saya adalah DENDAM. Saya menyimpan dendam sehingga saya tidak bisa mengampuni.
Pada akhirnya saya mulai belajar untuk menghilangkan rasa dendam yang selama ini berakar di hati. Sulit memang. Firman Tuhan pun jadi jalan untuk saya bisa membuka mata hati saya yang sudah kotor akibat rasa dendam yang berlebihan. Sedikit demi sedikit saya belajar bahwa ketika kita mengampuni,ada rasa suka cita dalam hati. Hidup saya terasa lebih baik dan lebih indah ketimbang saya yang dulu menyimpan dendam kepada orang-orang yang pernah mengukir tangisan di wajah papa,saya dan adik – adik. Tidak ada hidup yang terindah dan terbaik yang bisa kita nikmati jika kita selalu menyimpan penyakit hati dalam diri kita kepada orang lain.Walaupun masalah itu masih terus bergulir dalam kehidupan kami,tapi saya yakin Tuhan tidak akan menutup mataNYA.Tuhan tidak akan membiarkan saya dan keluarga larut dalam kesedihan yang mendalam. Di balik semua rasa sakit yang selama ini masih menghantui hati kami,perlahan-lahan di sembuhkan oleh Tuhan dengan cara yang luar biasa.

Tuhan Yesus selalu memberikan teladan agar kita bisa saling mengampuni kesalahan sesama kita bahkan mengampuni orang – orang yang telah berbuat jahat kepada kita. Mungkin secara daging tidak bisa,namun percayalah bahwa Roh Kudus yang tinggal dalam hati akan memampukan kita. Kita telah diselamatkan,diampuni dan diutus Tuhan bukan untuk mempersalahkan yang salah,menghukum,membuang,menyisihkan yang salah tetapi untuk mencari,menyelamatkan dan memberikan pengampunan bagi mereka sama seperti Tuhan yang telah mengampuni kesalahan dan dosa kita. Happy Sunday J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LUKA HATI

perkenalan dulu bro...

dimana ada gula,disitu ada semut.Dimana ada wanita,disitu ada....aaahh sudahlaahh..