Get Well Soon Granny :)


                      




Sudah 1 bulan ini sebagian besar aktifitas saya ada di Rumah sakit sanglah,Denpasar.Mulai dari jam 6 pagi sampai dengan waktu yang tidak menentu. Kadang siang,kadang juga sampai menjelang malam. Semuanya dikarenakan bulan april lalu, Oma atau yang biasa saya panggil mama, jatuh. Jatuhnya oma menyebabkan tulang panggulnya patah. Saya sendiri tidak terlalu tahu kronologi ceritanya seperti apa. Tapi yang jelas,benturan saat jatuh itu menyebabkan mama tidak bisa berjalan dan harus bergantung pada kursi roda. Sedih rasanya ketika di telepon oleh papa dan mengatakan mama jatuh.
Waktu itu mama segera di urut oleh salah satu nenek langganan mama kalau sedang sakit. Katanya tidak ada patahan. Begitu juga dengan perkataan dokter ketika mama di bawa ke rumah sakit. Katanya mama baik-baik saja dan tidak ada patahan sama sekali. Tapi,karena papa saya ragu dengan perkataan dokter,akhirnya hari itu juga papa memutuskan mama berangkat ke bali untuk di periksa lebih intensif lagi. Berberkal surat rujukan dari rumah sakit umum Waikabubak,Sumba Barat mama pun berangkat dengan di temani papa fen(adik bungsu papa). Kegembiraan pun menjadi milik saya saat itu karena mendengar mama mau ke Bali .Walaupun bukan untuk liburan dan melihat cucunya,tapi saya senang karena sudah setahun saya tidak bertemu dengan beliau. Ketika sampai di Bali,mama kelihatan baik-baik saja. Namun ada yang berbeda yaitu ia harus duduk di kursi roda. Dengan senyumnya yang khas, mama mencium saya layaknya seorang nenek yang merindukan cucunya.
“ Mama tidak apa-apa? “ kata saya dengan senyum sumringah
“ Tidak.baik-baik saja.Cuma paha kanannya saja yang masih nyeri kalau di angkat”

Saya tau dibalik senyumnya itu,ada rasa khawatir yang mendalam kalau-kalau suatu saat ia tidak bisa berjalan lagi. Mama termasuk orang yang sangat aktif. Saking aktifnya,kalau di suruh istirahat pun kadang di omelin balik. Katanya kalau tidak kerja badannya sakit(biasalah orang tua kan selalu begitu). Di umurnya yang sudah menginjak 78 tahun ini,mama masih sibuk dengan segala macam pekerjaan rumah tangga. Mengurus cucu-cucu kesekolah (padahal sudah besar-besar semua),menyiapkan sarapan pagi,menyapu rumah,cuci piring dan mengurus 3 orang duda keren (papa,papa uton dan papa fen) yaahhh..mau bagaimana lagi, rasa sayang mama kepada kami semua mengalahkan rasa sakit dan rasa capeknya. Seperti ada suatu kepuasan tersendiri bagi mama ketika ia sendiri yang harus turun tangan mengurus semua keperluan rumah tangga. Sampai akhirnya mama jatuh sakit dan benar-benar harus membuat mama menghentikan segala aktifitas yang ia lakukan dan istirahat total.
Malamnya, papa Fen pergi ke salah satu dokter specialis tulang di Bali dan membawa hasil rontgen. Hasilnya mengatakan bahwa tulang mama memang ada yang patah dan harus segera di operasi. Kurang puas dengan jawaban dari dokter tersebut,2 hari kemudian saya,mama dan papa Fen ke rumah sakit Sanglah,Denpasar untuk menindak lanjuti sakit yang sedang di alami mama. Kami ke bagian orthopedi untuk konsultasi dengan membawa hasil rontgen dari rumah sakit terdahulu. Kata dokter,mama harus melakukan rontgen ulang di RS Prima Medika karena hasil rontgen yang ada tidak menunjukkan hasil yang jelas. Keesokan harinya kami pergi ke RS Prima Medika dan melakukan ronsen disana. Singkat cerita kami kembali lagi ke Sanglah dan dokter mengatakan bahwa memang terjadi patahan. Akhirnya dokter pun memberikan surat konsultasi untuk dibawa ke bagian lab. darah,poliklinik jantung,penyakit dalam dan anastesi untuk persiapan opersai. Hasil lab. darah dan penyakit dalam menyatakan bahwa mama sehat. Pada saat kebagian jantung untuk pertama kali,dokter mengatakan bahwa jantung mama membesar akibat tekanan darahnya naik 170 per 80. Mama diberikan obat dan harus kontrol selama beberapa hari sampai kondisi tekanan darahnya normal. Puji Tuhan hasil pemeriksaan kemarin menyatakan tensi mama sudah normal. Ketika saya bertanya dengan polosnya :

 “ mama..kenapa kemarin tensi bisa naik? “
“ Namanya juga baru pertama kali kayak begini. Ya mama streslah mo tidak besar itu jantung? Kasihan juga saya ee..ini sudah karena terlalu melawan kalau kalian omong. Sekarang Tuhan kasih ingat sudah. Pasti Tuhan bilang: Asnat,kau kalau orang omong,melawan. Sekarang Saya kasih patah kau punya tulang biar kau dengar sedikit kalau di omong. Tidak pake sakit ringan-ringan lagi. Langsung kasih patah di pusatnya memang supaya stop kerja dan ingat kesehatan.hahaha.. “

Mama tertawa tepingkal-pingkal akibat ulahnya sendiri dan kegugupannya karena baru pertama kali diperiksa dokter seinsensif sekarang. Banyak alternatif yang ditawarkan untuk kesembuhan mama. Mulai dari di pasang panggul palsu yang harganya lumayan dahsyat sampai hanya di pasangi skru yang biayanya lebih ringan karena ditanggung oleh BPJS. Banyak konflik dan kebingungan yang terjadi diantara saya,papa Fen,mama. Semuanya ingin melakukan yang terbaik buat mama,sampai  kata-kata yang seharusnya tidak pantas dilontarkan akhirnya keluar juga. Mugkin karena capek karena harus bolak-balik dan menunggu antrian panjang sampai berjam-jam di rumah sakit. Dan mama pun mulai ikutan marah :

“ kamu pikir saya ini balok yang kamu pasang dirumah ko? Kalau sudah rusak tinggal ganti. Rusak lagi,ganti lagi. Hee saya juga manusia. Dorang(keluarga besar) omong mau begini,mau begitu enak mulutnya saja.kamu juga ikut-ikut tidak tanya saya juga. “

Bukannya takut karena dimarah tapi kami malah tertawa dengan jawaban mama yang begitu polos dan lugu. Jujur,saya sedih karena harus melihat mama yang hanya bisa duduk di kursi roda tanpa melakukan apa-apa. Mau mandi saja atau ke toilet harus di gendong oleh saya ataupun papa Fen. Namun,inilah saatnya balas jasa itu harus dilakukan. Membalas semua jerih payah dan lelah mama selama berpuluh-puluh tahun hidupnya yang hanya berkutat seputar mengurus anak-anak dan cucu-cucunya. Tak ada satupun yang luput dari perhatian mama. Walaupun apa yang kami lakukan tidak sebanding dengan apa yang ia berikan selama ini,tapi apapun itu demi kesembuhan mama akan kami lakukan. Demi melihat dua kaki yang sudah renta itu bisa berjalan seperti dulu kala. Demi melihat senyum dan tawa kebahagiaan ketika ia bisa berjalan beriringan dengan cucu-cucu kesayangannya. Mama...cepat sembuh yaa..kami selalu ada di sampingmu sampai kapanpun. Tidak ada bunga terindah yang bisa menggantikan indahnya kasih sayang yang sudah di berikan mama  kepada kami semua. We love you mama/oma Asnat Jakoba Pandanga :*

With love

Cindy Pandanga( Cucumu yang paling gendut :D )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LUKA HATI

perkenalan dulu bro...

dimana ada gula,disitu ada semut.Dimana ada wanita,disitu ada....aaahh sudahlaahh..